MUSLIMAH KREATIF

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).

Hanya ingin menguratkan sedikit rasa pedih dihati...aku ingin menjadi hamba yang selalu mencintaiMu...tapi selalu dosa yang sering aku lakukan...aku terhenyak sadar setelah dosa itu tercipta...lalu aku datang dengan khusyu memohon ampunan Engkau...tapi kenapa kadang dosa menghampiri lagi...bukan karena setan yang mengerakkan diri tapi memang diri ini yang berbuat dosa...setan hanya membisikkan tapi aku yang mengerjakan....ya Allah...aku ingin selalu tersadar dari khilaf dan dosa agar aku bisa merasakan cinta padaMu dan pada RasulMu melebihi segala-galanya...aku ingin merasakan tunduk dan khusyu' seperti para sahabat...aku ingin menumpahkan tanggis yang sungguh menenangkan pada pertengahan malam yang syahdu...aku ingin hati ini damai karena selalu mengingatMu...

Read More..

Ketika beragam masalah dunia menerpa, terasa kalut dan tidak tahu harus berbuat apa. Semuanya terasa tidak jelas dan entah mengapa semua menjadi kabur. Kucari pelampiasan...kesal tak menentu di hati, cari ketenangan di sana sini....cerita sana sini...nonton ini itu... Tapi semua tidak berdampak apa2, aku tetap merasa gelisah dalam kekalutan hati yang tak terkira. terhenyak di kesunyian, ada segetar rasa yang membangkitkan jiwa untuk bangun dari keterpurukan. Ku buka jendela, kulihat embun pagi menetes dari daun bunga ku yang tumbuh hijau menawan hati. Terasa kelembutan dan kesejukan masuk ke relung hati dengan penuh keikhlasan membasuh kekalutan yang telah memanas beberapa hari. Ku hirup udara pagi yang begitu segar dan membuat bulu romaku berdiri...Terasa kekhusyukan yang begitu indah dan damai. ku pandangi mentari pagi yang berkilau indah menerpa hangat pipi ini....membelai dengan kehangatan yang penuh cinnta. apa yang salah pada diriku? itu sebuah pertanyaan yang tiba2 tergiang di telinga...Kutemukan sebuah jawaban yang indah dan membuat pikiranku tiba2 plong...plong deh...aku telah terlena dengan masalah yang seharusnya tak perlu aku pikirkan. Bukankah kita hanya menjalankan peran kita, Allahlah pengatur semuanya...Allahlah yang berperan dalam segalanya.  "Kuserahkan segala masalahku pada Engkau, ya Allah...sesungguhnya aku tidak sanggup memikul beban ini walau sekejab , hamba tidak berdaya tanpa kekuatan dari Engkau, ya Allah, ampunkan dosa hamba ya Allah, yang telah lalai mengingatMu, Aamiin" Tak terasa tetesan air hangat mengalir di pipi ku...khusyuk sekali aku rasakan, diriku merasa sangat kerdil...sungguh aku bukan apa2, dan tidak perlu aku pusingkan semua urusan dunia. aku akan jalankan saja apa yang sudah digariskan atasku di lauh mahfudzNya...hanya doa yang selalu kupanjatkan padaNya untuk mengobati lukaku sebagai manusia dan insan lemah yang kerap berkeluh kesah. Maka tenanglah hati ini kembali...dan aku ingin selalu tersenyum sehangat mentari yang telah membelai lembut jiwa ku pagi ini.... 

Read More..

Renungan waktu

Kisah hati

Ya Allah…
Hamba hanya insan yang lemah
Tidak berdaya tampa kekuatan dari engkau
Imanku sering terombang ambing di tengan lautan kehidupan
Hanya padaMu aku bersimpuh
Memohon ampun atas segala kesilafan diri  

Allah... 
Hamba telah jauh dari mencintaiMu 
Hamba telah jauh dari merinduiMu 
Hati hamba terpikat pada nikmatMu 
Tanpa ingat asal nikmat itu... 

Ya Allah... 
Hamba tidak ingin ini terjadi 
Tapi kelalaian hati kerap mendera diri 
Hamba tidak sanggup mengendalikan diri 
Dan akhirnya hampir lupa dengan mati 

Ya Allah... 
Engkau yang menguasai hati ini 
Hamba mohon dengan segala kelemahan diri 
Tetapkan hati ini dalam keistiqomahan tinggi 
Hingga tidak larut dalam dilema dosa duniawi 

Ya Allah... 
Aku ingin merasakan cinta dan rindu sangat padaMu 
Seperti yang pernah aku rasakan di masa yang telah lalu 
Sebuah ketenangan yang begitu indah dan syahdu 
Tanpa ada rasa takut dan khawatir 
Yakin akan semua ketentuan dariMu... 

Ya Allah, 
ampunilah aku... 
Aku ingin merindukanMu...

Read More..

Perilaku tidak patuh dan tidak mau melakukan aturan yang sudah ditetapkan orangtua ini biasanya mencapai puncaknya ketika anak memasuki usia 2 tahun dan akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. Jangan anggap diri Anda gagal mengasuh anak, atau anak sengaja membuat Anda marah. Jangan beradu keras dengan balita, coba hadapi dengan sikap ini: 
1. Tetap realistis. Pahami proses tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan yang mereka miliki, untuk membantu Anda saat berhadapan dengan balita dengan dorongan yang meluap-luap. Tetaplah berpikir dan bertindak realistis! Sebagai contoh, anak batita umumnya tidak tahan berlama-lama duduk di atas kursi makannya. Jadi, bila Anda memaksanya untuk tetap duduk, dia akan ‘meledak’ karena tidak bisa menahan keinginan untuk turun dari kursi makannya. Dia bisa saja membuang makanannya atau menutup mulutnya rapat-rapat. Coba cegah hal-hal seperti ini terjadi dengan mengenali keterbatasan kemampuan yang dimiliki anak. Di lain pihak, anak pun akan merasa nyaman karena tidak merasa dipaksa melaklukan hal-hal yang di luar batas kemampuannya. 

2. Coba pahami. Balita yang impulsif kadang tidak memperhitungkan konsekuensi dari tindakannya, sehingga dia tampak liar. Cobalah untuk memahami apa yang dia rasakan dibalik aksinya itu. Misalnya saja saat melihat balita berebut ayunan dengan temannya, katakan padanya, “Bunda tahu kamu sangat ingin bermain ayunan, tetapi sekarang giliran si A untuk bermain ayunan itu. Bagaimana kalau kita sekarang main puzzle ini dulu sampai tiba giliran kamu bermain ayunan lagi?” Latihan menunggu giliran ini juga akan melatih kemampuan kontrol dirinya. 

3. Tanpa diskusi. Mungkin Anda heran melihat balita 2-3 tahun mampu menampilkan amarahnya di hadapan Anda. Menurut Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya yang berjudul Child Development, kemarahan adalah ekspresi wajar yang sering diungkapkan anak. Karena rangsangan yang menimbulkan rasa marah lebih banyak, dan pada usia ini anak-anak sudah tahu bahwa kemarahan merupakan cara efektif untuk medapat perhatian atau keinginan mereka. Dalam keadaan demikian, tak ada gunanya Anda mencoba berdiskusi dulu dengannya. Anda dapat membuatnya sadar bahwa marahnya sia-sia dengan bersikap tidak acuh dan tetap melanjutkan kegiatan Anda saat itu, misalnya membaca buku. Bila dirasa perlu dan Anda yakin anak aman dengan lingkungan tempatnya berada, tinggalkan saja untuk sementara waktu. Tapi kalau dia marah sambil membenturkan kepala misalnya, Anda sebaiknya mengikuti saran Rachel Goodchild (rachel-goodchild.com), seorang penulis dan ahli dalam pekembangan anak, yakni ‘swoop and scoop’. Peluk anak dari belakang dan segera bawa ke tempat yang tenang dan aman. Ajaklah balita berbicara dengan nada yang rendah dan lembut. Pancing dia dengan pertanyaan, misalnya, “Kamu kecewa karena ....” Cara ini dapat membantu anak mengenali perasaan negatif, seperti marah, kecewa, sedih, dan jengkel, yang menguasainya saat itu. Bila dia merasa dipahami, kerja sama Anda dengannya lebih mudah tercapai. 

4. Tentukan batasan. Saat anak beraksi impulsif adalah saat dia mencoba untuk mengerti dunianya. Tapi bukan berarti Anda tidak perlu menentukan batasan atau aturan yang masuk akal untuknya. Orangtua harus memperkenalkan anak pada aturan bersosialisasi, berupa disiplin. Beritahukan batasan tersebut pada anak secara singkat dan sederhana. Anak di bawah usia 3 tahun hanya bisa paham bahwa dua orang dapat memiliki perasaan yang berbeda terhadap benda yang sama, atau bahwa Anda bertentangan dengannya tanpa mengerti mengapa ini terjadi. Penolakan atau pertentangan yang ditunjukkan anak ini tidak ditujukan kepada Anda. Semua anak akan melalui fase yang disebut negativistik ini, yang merupakan fase penting dalam pembentukan ekspresi diri dan bagian mendasar bagi pembentukan ego atau keakuan, serta langkah penting dalam membentuk kepribadiannya. Jadi, yang sebaiknya Anda lakukan saat mereka melanggar batasan yang Anda tentukan adalah bersikap tegas dan konsisten untuk menghadapinya, tapi tidak mendominasi. Anak yang ingin menggambar di dinding rumah, misalnya, mungkin akan kecewa saat Anda melarangnya. Tapi dia butuh belajar bahwa dinding bukan tempat untuk mengekspresikan kreativitasnya. Lambat laun anak akan sadar bahwa dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena dia tidak dapat melakukan semua yang dia inginkan. 

5. Beri waktu. Anda tidak perlu terburu-buru dalam membantu anak mengontrol atau mengatasi dorongan-dorongan dalam dirinya. Kemampuan ini akan datang secara bertahap. Selain perlu waktu, proses ini butuh kebesaran hati dan kesabaran Anda. Jadilah contoh perilaku yang Anda harapkan dari anak, dan jangan tergesa-gesa mengambil tindakan keras terhadapnya. Anda bisa terapkan: * Beri penguatan positif, hargai kepatuhan anak. Misalnya, beri satu bintang di kartu catatan perilaku anak bila dia mau mematuhi kata-kata Anda. Setiap dia berhasil mengumpulkan lima buah bintang, beri hadiah. Puji keberhasilannya dan jelaksan mengapa dia diberi hadiah. * Beri teguran yang efektif. Tegur ketidakpatuhan anak, ungkapkan akibat dari ketidakpatuhannya itu. Misalnya, bila dia tidak mau membereskan mainannya, maka bunda akan kesal karena itu berarti pekerjaan bunda bertambah banyak. Teguran yang tidiak efektif adalah bila teguran itu melukai hati anak, misalnya menyindirnya atau memukulnya. * Mempererat hubungan dengan anak. Tunjukkan rasa sayang Anda pada anak. Luangkan waktu bersamanya, terimalah ia dan bersikaplah saling mendukung dengan cara ini anak akan lebih senang menerima aturan Anda. 

Sumber: ayahbunda.co.id

Read More..

TAK ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa ‘sumber’ cinta di antara keduanya telah mengering dan ‘daun-daun’nya telah rontok berguguran. Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman. 

Kemarahan suami bukanlah akhir dunia. It’s not the end of the world, but it’s true that is definitely hurt. Menjaga keberlangsungan cinta tergantung pada seberapa besar saling pengertian di antara pasangan suami-istri (pasutri), kepandaian dan kecerdasan sang istri. Kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan suami berpotensi menggiring Anda ke berbagai problem rumah tangga.  

Berikut ini adalah berbagai momen ketika suami marah, dan tips bagaimana seharusnya Anda sebagai istri bertindak: 

1. Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya; jangan Anda sambut kemarahannya dengan keluhan mengenai anak-anak atau keruwetan dan keprihatinan rumah tangga. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meridhainya, maka dia masuk surga.” (HR. Ibnu Majah). Setiap kali Anda mengingat hadits tersebut, menyelami dan mempraktikkannya dengan senang dan yakin, Anda akan melihat manfaat yang bakal kembali kepada diri Anda. Pada saat itu Anda akan menikmati rumah tangga bahagia yang jauh dari problematika dan konflik. …Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan…

2. Ketika Anda melakukan kesalahan dalam suatu pekerjaan, semisal terlambat melaksanakan beberapa tugas domestik karena sibuk berbicara di telepon, dan pada saat itu suami sedang bersama Anda, maka panggillah dia dengan nama yang paling disukainya. Lalu ajukan permintaan maaf dan utarakan alasan keterlambatan Anda menjalankan tugas, sehingga dia merasa bahwa Anda menyadari bahwa tindakan tersebut adalah salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin dilontarkannya kepada Anda. Jika Anda bersabar dan tidak merespons atau mengkritik balik, maka hal demikian telah membuang sebagian kemarahannya. Meminta maaf dapat mendatangkan tawa suami. Tengoklah bagaimana para istri-istri Rasulullah meminta maaf kepada beliau, meski mereka yang berada dalam posisi marah. Dari Umar bin Khatthab, dia mengatakan, “Kami kaum Quraisy sangat berkuasa terhadap kaum perempuan (istri-istri). Dan ketika kami datang ke tempat orang-orang Anshar, (kami terkejut) karena mereka adalah kaum yang dikalahkan (toleran) oleh istri-istri mereka, maka mulailah istri-istri kami mengambil (meniru) etika perempuan-perempuan Anshar. Kemudian aku bertengkar dengan istriku kemudian dia kembali (meminta maaf) kepadaku, namun aku tidak ingin dia kembali (minta maaf), maka dia bertanya, “Kenapa engkau tidak senang aku kembali kepada engkau? Demi Allah! Sesungguhnya istri-istri Rasulullah SAW kembali (meminta maaf) kepada beliau sekalipun salah seorang di antara mereka marah terhadap Rasulullah dari siang sampai malam hari.” (HR. Al-Bukhari) 

3. Jika suami yang marah sedang berbicara, maka jangan sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kata-kata lunak dan santun, misalnya, “Aku tahu kamu lelah sekali, maaf sayang aku merepotkan diri,” atau lain sebagainya. Kata-kata seperti ini akan meluluhkan hatinya. Dia akan merasa bahwa Anda memerhatikan diri dan kecemasannya. Dan jangan pula membantah apa yang dikatakan atau diinstruksikannya –jika memang itu baik. …Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik… 

4. Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik. Dalam Islam kita diajarkan trik-trik mengatasi kemarahan di antaranya adalah jika sedang marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya duduk, dan jika sedang duduk hendaknya berbaring, bisa juga dengan mengambil air wudhu agar mendinginkan emosi kita yang sedang bergolak. Atau ajaklah suami untuk bersujud, maksudnya melakukan shalat sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. At-Tirmidzi) 

5. Berusahalah menenangkannya dan menahan emosi Anda, jika Anda ada di pihak yang benar. Berbicaralah kepadanya dengan cara bijak. 

6. Ketika dia marah, Anda jangan menyinggung perasaannya dengan berbagai hal. Anda jangan pernah melakukan segala sesuatu yang dia anggap melecehkan dirinya. 

7. Ketika suami marah, jangan sampai dia Anda tinggal tidur sendirian. Setelah Anda pastikan bahwa dia sudah lebih tenang, berinisiatiflah melakoni hal-hal yang bisa mendatangkan keridhaannya. Inisiatif dilakukan oleh pihak yang lebih baik pemahaman agama dan akalnya di antara kedua pihak bertikai, atau siapa yang paling memungkinkan dalam masalah marah dan ridha dari keduanya. Seperti yang dikatakan Abu Ad-Darda` kepada Ummu Ad-Darda`, istrinya, “Apabila aku marah, maka redakanlah kemarahanku. Dan jika engkau marah, aku pun akan meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak melakukannya, maka bagaimana kita dapat hidup rukun?”

8. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan. 

9. Ingatlah bahwa rumah yang dipenuhi oleh cinta, kenyamanan, sikap saling menghargai, saling menghormati, dan kesederhanaan dalam segala hal, lebih baik dari rumah yang dipenuhi makanan lezat serta perabotan mewah namun penuh dengan kekesalan hati dan permusuhan. 

10. Jangan mudah cemberut. Upayakan agar Anda selalu tersenyum ceria dan berwajah riang. Dengan demikian Anda bisa memberikan kebahagiaan kepada suami dan menikmati hidup bahagia penuh kedamaian serta kesenangan. …marah dan emosi adalah tabiat manusia. 

Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya… Demikianlah, marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai.” (HR. Ahmad). 

Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda untuk meredam pasangan hidup Anda, agar dia menjadi orang yang kuat, seperti disinyalir dalam hadits berbunyi, “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah.”

Read More..

Pertama-tama, kita awali dengan pembahasan mengenai "kata" (الكلمة).

Kata (الكلمة) Kata (dalam ilmu nahwu diistilahkan al-kalimah) terdiri dari 3 jenis.  

1. Isim (الإسم) = kata benda. Yaitu kata yang menunjukkan makna orang, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, atau kata benda abstrak. 
Contoh:
رَجُلٌ (rojulun) = seorang lelaki,
أَسَدٌ (asadun) = singa,
زَهْرَةٌ (zahrotun) = bunga, 
قَمَرٌ (qomarun) = bulan, القاَهِرَةُ
(Alqoohiroh) = Kairo, يَومٌ
(yaumun) = hari, اِسْتِقْلالٌ
(istiqlaalun) = kemerdekaan. . 

Kita dapat mengenal isim pada kalimat dengan ciri-ciri berikut: 
o Berakhiran kasroh, seperti أنا في البَيْتِ, maka kata البيتِ adalah isim, sebab berakhiran kasroh. 
o Berakhiran tanwin, seperti رأيتُ رَجُلاً, maka kata رَجُلاً adalah isim, sebab berakhiran tanwin. 
o Diawali dengan alim lam, seperti الشمسُ شرقَتْ, maka kata الشمسُ adalah isim sebab diawali alim lam. 
o Di dahului huruf jar (kata depan), seperti نَظَرْتُ إلى السماء, karena إلى merupakan huruf jar, maka kata setelahnya yaitu السماء adalah isim. 

2. Fi'il (الفِعل) = kata kerja. Yaitu kata yang menunjukkan suatu makna yang berkaitan dengan waktu (lampau, sekarang, dan akan datang).
Contoh:
كَتَبَ (kataba) = dia (lk) telah menulis.
يَكْتُبُ (yaktubu) = dia (lk) sedang/akan menulis. 

3. Huruf (الحرْفُ) = kata depan, kata penghubung, atau kata sambung. Yaitu kata yang tidak bisa dipahami maknanya kecuali jika disandingkan dengan kata lain. 
Contoh:
مِنْ (min) = dari, 
إلى (ila) = ke, فِي
(fi) = di,
بِ (bi) = dengan,
وَ (wa) = dan,
أوْ (aw) = atau,
ثُمَّ (tsumma) = kemudian, dll. 

Pertanyaan: 
1. Apa pengertian ilmu nahwu? 
2. Sebutkan contoh-contoh isim, fi'il, dan huruf! (selain contoh-contoh di atas)

Read More..

Pengertian Nahwu (النحو)

Nahwu adalah ilmu yang mempelajari kaidah untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata, dan untuk mengenal cara mengi’rob. (Mulakhos Qowaidul Lughoh).

• Mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk dalam kalimat. Seperti fungsinya sebagai subjek (fa'il), objek (maf'ulun bihi), dll.

• Mengenal hukum akhir kata. Seperti أحمدُ (Ahmadu), harokat akhirnya adalah dhommah, karena diakhiri dengan "u".

• Mengenal cara meng'irobnya.

I'rob di dalam ilmu nahwu ada 4, rofa', nashob, jar, dan jazm. InsyaAllah akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.
 
Contoh kalimat: َرَأى أحمدُ إبراهيم (ro'a ahmadu ibrohiima)

رأى = melihat 
أحمدُ = Ahmad
إبراهيم= Ibrahim. 

Dari kalimat di atas, kata "ُأحمد" berharokat akhir dhommah (Ahmadu), dan kata "إبراهيمَ "berharokat akhir fathah (Ibrohiima). Di dalam ilmu nahwu, akan dipelajari bahwa setelah kata kerja (dalam kalimat tersebut kata kerjanya رأى), maka:

• kata benda yang berharokat akhir dhommah fungsinya sebagai subjek, 

• dan yang berharokat akhir fathah fungsinya sebagai objek. Sehingga kalimat tersebut diartikan, "Ahmad melihat Ibrahim", bukan "Ibrahim melihat Ahmad", karena Ahmad sebagai subjek (yang berharokat akhir dhommah) dan Ibrahim sebagai objek (yang berharokat akhir fathah). 

Cara meng'irobnya: رَأَى (ro'a) adalah kata kerja أحمدُ adalah kata benda berfungsi subjek yang rofa' dan tanda rofa'nya dengan dhommah. أبراهيمَ adalah kata benda berfungsi objek yang nashob dan tanda nashobnya dengan fathah

Read More..

Time

Date

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
berbagai hal yang indah untuk bayi adalah hal yang indah buat kita sebagai orang tua...masa kecil adalah masa yang tak akan terlupa oleh mereka tatkala mereka dewasa... Fast sharing n question to my Phone: 083191068057 (silvi)

Followers

Ahlan Wa Sahlan yaa Shohibii


ShoutMix chat widget

who's?

Jazakumullah

free counters
Bidanku.com
Hadirkan Nuansa Kualitas di Keluarga Anda
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates