MUSLIMAH KREATIF

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18).

Photobucket
Showing posts with label Tentang wanita. Show all posts
Showing posts with label Tentang wanita. Show all posts

Bila Harus Kuret?

Kuret.....?

yang terbayang dibenakku adalah sakit dan harus mengeluarkan biaya...hehehe^_^

sore ini, mbak yang ngasuh Hana harus dikuret karena dulu dia pernah keguguran dan belum dikuret....n ternyata baru sekarang pendarahan....sebenarnya aku ngeri sendiri membayangkan darah yang keluar sedemikian banyaknya...tapi aku ngak terlalu trauma karena pernah menemani ummii di kuret juga..Alhamdulillah oc aja ampe sekarang.....

kata dr. meman yang melakukan USG biayanya 1,4 jt (sudah termasuk obat). beliau bilang di RS bisa sampai 3 jt-an....apa iya ya?belum cek sih...tapi ya apa gimana nantila...mana mbak g ada jamsostek lagi...mau buatin jamsostek kelamaan dah...baru bisa kelar 1 bulan mah^_^ntar keburu habis tu darah....

yuk simak dulu apa itu kuret.....^_^

Mungkin Anda pernah mendengar istilah kuretase atau kuret, misalnya pada ibu yang keguguran atau mengalami perdarahan terus menerus. Kuretase adalah proses pengeluaran isi rongga rahim untuk membersihkan sisa kehamilan atau jaringan yang tak normal.
Kapan Ibu perlu kuret?
Bila terjadi keguguran (abortus). Dilakukan untuk mengeluarkan jaringan yang masih tersisa atau janin yang telah gugur tetapi masih utuh dalam rahim.
Bila masih terdapat sisa plasenta pada ibu yang habis melahirkan. Tindakan kuretase merupakan cara untuk mencegah perdarahan yang disebabkan sisa plasenta yang tertinggal dalam rahim.
Bila terjadi perdarahan rahim yang tak normal. Gejalanya perdarahan tidak teratur, banyak, atau perdarahan pada ibu yang sudah menopause. Bisa disebabkan gangguan hormonal, mioma uteri (tumor jinak otot rahim), polip endometrium (tumor jinak selaput lendir rahim), pertumbuhan endometrium yang berlebihan, dan kanker endometrium. Kuretase pada gangguan hormonal hanya dilakukan bila obat-obatan tak dapat mengatasi perdarahan atau bila ibu tidak diperbolehkan mengonsumsinya. Pada kasus ini, kuretase dilakukan untuk mengambil contoh jaringan (biopsi) agar Ibu dapat segera diobati sedini mungkin.
Banyak ibu yang menganggap kalau kuret hanya merupakan tindakan untuk menggugurkan kandungan. Ini keliru sebab kuret bisa dilakukan untuk banyak kasus, seperti diduga mengalami endometrium, ada sisa plasenta yang tertinggal, juga karena kasus abortus (keguguran) yang tak dikehendaki (janin mati di dalam kandungan). Jika ibu merasa ada gangguan dengan rahim dan perlu dilakukan tindakan, se-baiknya jangan takut untuk dikuret supaya kesehatan ibu tetap terpelihara dengan baik. Tentu saja asal dilakukan oleh ahlinya.Sebenarnya apa sih yang dimaksud kuret? Kuret atau kuretase adalah sebuah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika rahim tak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. Memang, ada obat yang bisa menghentikan perdarahan, namun sewaktu-waktu perdarahan bisa muncul kembali.

Perdarahan terlalu yang banyak dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu. Belum lagi risiko lain, infeksi misalnya.

Tak hanya untuk member-sihkan rahim, kuret pun di-lakukan bisa karena alasan penegakkan medis. Contoh, seorang wanita sering mengalami perdarahan di antara dua masa menstruasi. Perdarahan yang tak semestinya ini harus didiagnosa lewat USG. Namun USG terkadang tak bisa menjawab penyebab terjadinya perdarahan. Untuk menegakkan diagnosis maka bisa dilakukan kuret guna mengambil sedikit jaringan yang ada di dalam rahim. Jaringan tersebut lalu diperiksa di dalam laboratorium sehingga dapat diketahui penyebab utamanya, apakah karena kanker atau yang lainnya.

Kuret merupakan tindakan operasi yang risikonya tergolong tinggi. Karena itu, saat memu-tuskan untuk kuret, ibu harus memilih rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi yang baik dan dokter yang benar-benar berkompeten. Hindari orang yang hanya mengaku-ngaku saja kalau dia mahir menguret padahal tak dibekali pendidikan yang cukup dalam bidang kuretase. Misalnya, dukun beranak atau oknum dokter yang melakukan malapraktik pengguguran kandungan. Padahal yang berkompeten melakukan kuret adalah dokter ahli kandungan dan kebidanan. Umumnya, setiap dokter kandungan sudah dibekali ilmu tentang kuret, jadi seharusnya setiap dokter kandungan mampu melakukannya dengan baik.


Prosedur KURETASE

Prosedurnya sama antara kuret karena keguguran maupun nonkeguguran.

1. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE

a. Puasa

Saat akan menjalani kuretase, biasanya ibu harus mempersiapkan dirinya. Misal, berpuasa 4-6 jam sebelumnya. Tujuannya supaya perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal.

b. Cek adanya Perdarahan

Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Jika ada indikasi gangguan perdarahan, kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien. Biasanya akan dibentuk tim dokter sesuai dengan keahlian masing-masing, dokter kandungan, dokter bedah, dokter hematologi, yang saling berkoordinasi. Koordinasi ini akan dilakukan saat pelaksanaan kuret, pascakuret, dan sampai pasien sembuh.

c. Persiapan Psikologis

Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kuret. Ada yang bilang kuret sangat menyakitkan sehingga ia kapok untuk mengalaminya lagi. Tetapi ada pula yang biasa-biasa saja. Sebenarnya, seperti halnya persalinan normal, sakit tidaknya kuret sangat individual. Sebab, segi psikis sangat berperan dalam menentukan hal ini. Bila ibu sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret, maka munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. Bila ketakutannya begitu luar biasa, maka obat bius yang diberikan bisa tidak mempan karena secara psikis rasa takutnya sudah bekerja lebih dahulu. Walhasil, dokter akan menambah dosisnya.

Sebaliknya, bila saat akan dilakukan kuret ibu bisa tenang dan bisa mengatasi rasa takut, biasanya rasa sakit bisa teratasi dengan baik. Meskipun obat bius yang diberikan kecil sudah bisa bekerja dengan baik. Untuk itu sebaiknya sebelum menjalani kuret ibu harus mempersiapkan psikisnya dahulu supaya kuret dapat berjalan dengan baik. Persiapan psikis bisa dengan berusaha menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut, pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada. Sangat baik bila ibu meminta bantuan kepada orang terdekat seperti suami, orangtua, sahabat, dan lainnya. Bila diperlukan, gunakan jasa psikolog apabila ibu tak yakin dapat mengatasi masalah ini sendirian.

d. Minta Penjelasan Dokter

Hal lain yang perlu dilakukan adalah meminta penjelasan kepada dokter secara lengkap, mulai apa itu kuret, alasan kenapa harus dikuret, persiapan yang harus dilakukan, hingga masalah atau risiko yang mungkin timbul. Jangan takut memintanya karena dokter wajib menjelaskan segala sesuatu tentang kuret. Dengan penjelasan lengkap diharapkan dapat membuat ibu lebih memahami dan bisa lebih tenang dalam pelaksanaan kuret.

2. SAAT KURETASE

Sebelum dilakukan kuretase, biasanya pasien akan diberikan obat anestesi (dibius) secara total dengan jangka waktu singkat, sekitar 2-3 jam. Setelah pasien terbius, barulah proses kuretase dilakukan.

Ketika melakukan kuret, ada 2 pilihan alat bantu bagi dokter. Pertama, sendok kuret dan kanula/selang. Sendok kuret biasanya dipilih oleh dokter untuk mengeluarkan janin yang usianya lebih dari 8 minggu karena pembersihannya bisa lebih maksimal. Sedangkan sendok kanula lebih dipilih untuk mengeluarkan janin yang berusia di bawah 8 minggu, sisa plasenta, atau kasus endometrium.

Alat kuretasebaik sendok maupun selangdimasukkan ke dalam rahim lewat vagina. Bila menggunakan sendok, dinding rahim akan dikerok dengan cara melingkar searah jarum jam sampai bersih. Langkah ini harus dilakukan dengan saksama supaya tak ada sisa jaringan yang tertinggal. Bila sudah berbunyi “krok-krok” (beradunya sendok kuret dengan otot rahim) menunjukkan kuret hampir selesai. Sedikit berbeda dengan selang, bukan dikerok melainkan disedot secara melingkar searah jarum jam. Umumnya kuret memakan waktu sekitar 10-15 menit.

3. PERAWATAN PASCAKURETASE

Perawata usai kuretase pada umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Misal, ibu harus menjaga bekas operasinya dengan baik, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang, dan meminum obat secara teratur. Obat yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan penghilang rasa sakit.

Jika ternyata muncul keluhan, sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa saja ada sisa jaringan yang tertinggal. Jika keluhan tak muncul, biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhannya.


Dampak KURET

Terkadang kuret tidak berjalan lancar. Meskipun telah dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah dibekali ilmu kuret namun kekeliruan bisa saja terjadi. Bisa saja pada saat melakukannya dokter kurang teliti, terburu-buru, atau jaringan sudah kaku atau membatu seperti pada kasus abortus yang tidak ditangani dengan cepat. Berikut adalah dampaknya.

+ Perdarahan

Bila saat kuret jaringan tidak diambil dengan bersih, dikhawatirkan terjadi perdarahan. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan, maka kuret kedua harus segera dilakukan. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu. Banyak dokter kesulitan melakukan pembersihan dalam sekali tindakan sehingga ada jaringan yang tersisa. Namun biasanya bila dokter tidak yakin sudah bersih, dia akan memberi tahu kepada si ibu, “Jika terjadi perdarahan maka segera datang lagi ke dokter.”

+ Cerukan di Dinding Rahim

Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran, jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. Jika menyisakan cerukan, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim.

+ Gangguan

Haid

Jika pengerokan yang dilakukan sampai menyentuh selaput otot rahim, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran siklus haid.

+ Infeksi

Jika jaringan tersisa di dalam rahim, muncul luka, cerukan, dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. Sebab, kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah.

+ Kanker

Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi kanker, hanya sekitar 1%. Namun bila kuret tidak dilakukan dengan baik, ada sisa yang tertinggal kemudian tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bisa saja memicu munculnya kanker. Disebut kanker trofoblast atau kanker yang disebabkan oleh sisa plasenta yang ada di dinding rahim.


DAPAT Hamil Kembali

Setelah menjalani kuret, ibu tetap bisa hamil dan memiliki anak lagi. Asal kondisi organ reproduksinya baik, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah. Bila ada yang bilang usai kuret tak bisa hamil lagi itu keliru. Penyebab sulit hamil, mungkin ada masalah dengan organ reproduksi atau ada masalah kesuburan.

Namun, seusai kuret ibu dianjurkan untuk mengistirahatkan rahimnya dahulu sampai benar-benar sehat dan siap hamil. Terutama bila kuret dilakukan pada saat kondisi kehamilan tua karena kondisi uterus sudah membesar sehingga perlu istirahat. Namun bila kuret dilakukan pada saat kehamilan masih muda (batasannya hingga 20 minggu) kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika ibu sudah merasa siap.

Irfan Hasuki. Ilustrator Pugoeh


Narasumber:
Dr. Bambang Fajar, Sp.OG.,

Read More..

Tips wanita


"VAGINA TOILET ANANTO"

"Vagina Toilet Ananto" adalah istilah/nama yang diberikan oleh Dr. Ananto Sidohutomo, MARS. terhadap serangkaian kegiatan berupa standart operasional proscedure bagi upaya membersihkan organ intim pada wanita yang telah aktif secara sexual.

Hal ini merupakan terobosan baru dalam upaya perawatan kesehatan organ intim wanita. Vagina toilet dapat dilakukan oleh seorang dokter terlatih dengan keuntungan dapat melihat langsung ketika melakukan upaya permbersihannya.

Bila diajarkan/dilatih dengan baik, dapat dilakukan oleh wanita itu sendiri dengan keuntungan dapat dikerjakan dimanapun dan kapanpun wanita itu inginkan. Pada vagina toilet yang dikerjakan sendiri diberi istilah/nama "Valeri Ananto" atau vagina toilet sendiri dengan metode Ananto.


Pada saat ini, "Valeri Ananto" (Vagina toilet sendiri) diyakini sebagai salah satu andalan utama dalam membantu upaya pencegahan kanker serviks pada wanita. Dan selanjutnya diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian wanita karena kanker serviks.

Bila seorang wanita dalam kesehari-hariannya telah mampu melakukan vagina toilet sendiri, maka dianjurkan setahun sekali tetap melakukan vaginal toilet ke dokter terlatih untuk memastikan kebersihannya sekalian melakukan pemeriksaan Pap-smear.

Keuntungan :

1. Organ intim senantiasa bersih dari kotoran dan penyakit.

2. Kepekaan organ intim akan meningkat.

3. Menimbulkan suasana ph netral sejenak.

4. Bermanfaat membantu pengobatan bagi beberapa kasus penyakit

Persiapan diri :

1. Tidak sedang haid.

2. Jari tangan bersih.

3. Kuku di jemari tangan pendek dan tidak tajam.

4. Bila sedang sakit, konsultasi ke dokter.


Persiapan sarana :

1. Kamar mandi

2. Air bersih (dianjurkan air kemasan)

3. Handuk bersih


Teknik pelaksanaan :

1. Membersihkan tangan dengan sabun.

2. Posisi tubuh relaks/santai dengan pilihan sebagai berikut :

a) Duduk relaks/santai di closet duduk seperti ketika akan buang air besar.

b) Berdiri relaks/santai dengan satu kaki ditumpu di atas closet duduk dan satu kaki dilantai kamar mandi

c) Posisi relaks/santai lain sesuai yang diinginkan.

3. Membersihkan dengan mengguyur area labium mayus, labium minus dengan air bersih mengalir(bila diperlukan boleh menggunakan sabun)

4. Dengan jari telunjuk dan jari manis meregangkan dan membuka labium mayus dan minus sampai ketemu liang vagina.

5. Membersihkandan mengguyur liang vagina dengan air bersih mengalir (tidak boleh menggunakansabun).

6. Meletakkan jari tengah dengan lembut di liang vagina.

7. Saat liang vagina telah relaks, jari tengah dengan sangat lembut dimasukkan kedalam vagina sampai berhasil menyentuh serviks.

8. Lakukan pembersihan dengan menelusuri seluruh serviks dan seluruh forniks serta seluruh dinding vagina dengan gerakan melingkar dan mengusap lembut sambil mengarahkan jari tengah keluar vagina.

9. Tanpa mengeluarkan seluruh jari tengah, bilas jari tengah yang kotor dan berlendir dengan air bersih mengalir (dapat dibantu dengan ibu jari).

10. Bila jari tengah telah bersih, masukkan lagi ke liang vagina sampai menyentuh serviks dan lakukan pembersihan seperti ad 8. dan 9. demikian seterusnya.

11. Pembersihan dilakukan sampai tidak lagi terdapat kotoran diseluruh bagian dari organ intim atau jari tengah telah merasakan "kesat".

12. Keluarkan jari tengah dengan lembut dari vagina, bersihkan jari tengah, tangan dan labium mayus dengan menggunakan sabun dan air bersih.

Setelah itu keringkan dengan handuk bersih dengan cara menempelkan dan menekan dan tidak usah diusap-usapkan.


Tips:

1. Lakukan kapanpun dan dimanapun diinginkan.

2. Utamakan setelah melakukan hubungan intim.

3. Rutin lakukan setelah 2-3 hari "bersih" dari menstruasi.

4. Minimal lakukan rutin seminggu sekali kala tidak sedang haid.

5. Bila menemukan kelainan segera hubungi dokter.

Read More..


Hana at 1st day



Apa itu Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi Menyusu Dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Karena pada dasarnya bayi manusia seperti juga bayi mamalia lain mempunyai kemampuan untuk menyusu sendiri.

Asalkan dibiarkan terjadinya kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibunya, setidaknya selama satu jam segera setelah lahir. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini dinamakan The Breast Crawl atau merangkak mencari payudara.

Sejak disadari bayi baru lahir dapat merangkak kearah payudara, menemukan puting susu, kemudian menyusu sendiri, kita semua- orang tua, ibu, ayah, bahkan tenaga kesehatan sangat terpesona menyaksikan keajaiban ini. Bayangkan, selama berpuluh-puluh tahun, baik tenaga kesehatan maupun orang tua berpendapat bahwa bayi baru lahir tidak mungkin dapat menyusu sendiri. Kita berpikir untuk mendapatkan ASI yang pertama kalinya, kita harus membantu bayi dengan memasukkan putting susu kemulut bayi atau menyusuinya. Padahal, bayi baru lahir belum siap menyusu sehingga jika ibu menyusui bayi untuk pertama kali, kadang ia hanya menjilat dan melihat putting susu, bahkan kadang menolak tindakan yang mengganggunya ini. Sebenarnya, saat dilahirkan, bayi mungkin lebih mengerti akan hal ini dari pada ibu dan kita.

Ada Beberapa ‘intervensi’ yang dapat mengganggu kemampuan alami bayi untuk mencari dan menemukan sendiri payudara ibunya. Diantaranya, obat kimiawi yang diberikan saat ibu melahirkan bisa sampai kejanin melalui ari-ari dan mungkin menyebabkan bayi sulit menyusu pada payudara ibu. Kelahiran dengan obat-obatan atau tindaka, seperti operasi Caesar, vakum, forcep, bahkan perasaan sakit didaerah kulit yang digunting saat episiotomy dapat pula mengganggu kemampuan alamiah ini. Dianjurkan juga kepada tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi IMD pada orang tua dan keluarga sebelum melakukan IMD. Juga dianjurkan untuk menciptakan suasana yang tenang, nyaman dan penuh kesabaran untuk memberi kesempatan bayi merangkak mencari payudara ibu atau ‘The Breast Crawl’

Ada Beberapa Penelitian Tentang Inisiasi Menyusu Dini
1. DR. Lennart Righad dan seorang bidan Margareta Alade, 1990
Penelitian dilakukan terhadap 72 pasangan ibu-bayi baru lahir. Ke-72 ibu-bayi ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang lahir normal dan dengan obat-obatan (tindakan).
Kelompok yang lahir normal dibagi dua lagi. Berikut ini hasilnya :
a. Bayi yang begitu lahir, tali pusatnya dipotong, dikeringkan dengan cepat. Setelah itu, segera diletakkan didada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi kekulit ibu dibirkan setidaknya 1 jam. Pada usia sekitar 20 menit, bayi mulai merangkak kearah payudara dan dalam usia 50 menit, ia menyusu dengan baik.
b. Kelompok bayi yang lahir normal tanpa obat-obatan, tetapi langsung dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang, diukur, dan dibersihkan, hasilnya 50% bayi tidak dapat menyusu sendiri.
c. Bayi yang lahir dengan obat-obatan atau tindakan, segera setelah lahir diletakkan didada ibu dengan kontak kulit kekulit, hasilnya tidak semuanya dapat menyusu sendiri. Yang mencapai payudara ibunya pun, umumnya menyusu dengan lemah.
d. Bayi yang lahir dengan obat-obatan dan segera dipisahkan dari ibunya maka tidak ada satupun yang dapat menyusu sendiri.
e. Kemampuan bayi merangkak mencari payudara bertahan beberapa minggu.
f. Pada bayi yang dibirkan menyusu sendiri, setelah berhenti menyusu baru dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang dan diukur. Pada usia 10 jam saat bayi diletakkan kembali dibawah payudara ibunya, ia tampak dapat menyusu dengan baik.

2. Sose dkk CIBA foundation,1978
Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara saat kontak ibu-bayi pertama kali terhadap lama menyusui. Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan meletakkan bayi dengan kontak kulit kekulit setidaknya satu jam, hasilnya dua kali lebih lama disusui. Pada usia 6 bulan dan 1 tahun, bayi yang diberi kesempatan untuk menyusu dini, hasilnya 59% dan 38% yang masih disusui. Bayi yang tidak diberi kesempatan menyusu dini tinggal 29% dan 8% yang masih disusui diusia yang sama.

3. Fika dan Syafiq, journal Kedokteran Trisakti,2003
Penelitian di Jakarta-Indonesia ini menunjukkan bayi yang dibri kesempatan untuk menyusu dini, hasilnya delapan kali lebih berhasil ASI Ekslusif.

4. Dr.Karen Edmond,2006
Peneliti-peneliti dari inggris dibawah pimpinan Dr. Karen Edmond melakukan penelitian di Ghana terhadap hampir 11.000 bayi dipublikasikan di pediatrics (30 maret 2006). Judul penelitiannya “Menunda Permulaan/Inisiasi Menyusu Meningkatkan Kematian Bayi”.

Berikut hasil penelitiannya :
a. Penelitian di Ghana melibatkan 10.947 bayi yang lahir antara Juli 2003 sampai Juni 2004
b. Jika bayi diberi kesempatan menyusui pasa satu jam pertama dengan dibiarkan kontak kulit ke kulit ibu (setidaknya selama satu jam) maka 22% nyawa bayi dibawah 28 hari dapat diselamatkan.
c. Jika mulai menyusu pertama, saat bayi berusia diatas dua jam dan dibawah 24 jam pertama, tinggal 16% nyawa bayi dibawah 28 hari yang dapat diselamatkan.

Menyelamatkan Satu Juta Bayi dengan Inisiasi Menyusu Dini
Dari hasil penelitian dalam dan luar negeri tersebut, ternyata inisiasi menyusu dini tidak hanya menyukseskan ASI Ekslusif. Lebih dari itu, terlihat hasil yang nyata, yaitu menyelamatkan nyawa bayi. Oleh karena itu menyusu di satu jam pertama bayi baru lahir sangat berperan dalam menurunkan angka kematian bayi maka tema perayaan pecan ASI Dunia (World Breasfeeding Week) tahun 2007 mengangkat tentang inisiasi menyusu dini. Menyusu pada satu jam pertama menyelamatkan satu juta nyawa bayi.

Faktanya dalam satu tahun, 4 juta bayi berusia 28 hari meninggal. Jika semua bayi didunia segera setelah lahir diberi kesempatan menyusu sendiri dengan membiarkan kontak kulit ibu kekulit bayi setidaknya selama satu jam maka satu juta nyawa bayi ini dapat diselamatkan.

Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini Bagi Ibu dan bayi Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk bayi
1. Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi
2. Kontak memastikan perilaku optimum menyusu berdasarkan insting dan bisa diperkirakan :
a. Menstabilkan pernafasan
b. Mengendalikan temperature tubuh bayi
c. Memperbaiki/mempunyai pola tidur yang lebih baik
d. Mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan efektif
e. Meningkatkan kenaikan berat badan(kembali ke berat lahirnya lebih cepat)
f. Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi
g. Tidak terlalu banyak menangis selama satu jam pertama
h. Menjaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu didalam perut bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi
i. Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus bayi baru lahir
j. Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama hidupnya

Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk ibu
1. Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu
2. Oksitosin
a. Membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca persalinan lebih rendah
b. Merangsang pengeluaran kolostrum
c. Penting untuk kelekatan hubungan ibu dan bayi
d. Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya

3. Prolaktin
a. Meningkatkan produksi ASI
b. Membantu ibu mengatasi stress. Mengatasi stress adalah fungsi oksitosin
c. Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai menyusu
d. Menunda ovulasi

Keuntungan menyusu dini untuk bayi
1. Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal agar kolestrum segera keluar yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi
2. Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera kepada bayi. Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi
3. Meningkatkan kecerdasan
4. Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan dan nafas
5. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu dan bayi
6. Mencegah kehilangan panas
7. Merangsang kolostrum segera keluar

Keuntungan menyusu dini untuk ibu
1. Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
2. Meningkatkan keberhasilan produksi ASI
3. Meningkatkan jalinan kasih saying ibu-bayi

Memulai menyusu dini akan :
1. Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari kebawah
2. Meningkatkan keberhasilan menyusui secara ekslusif dan meningkatkan lamanya bayi disusui
3. Merangsang produksi susu
4. Memperkuat reflek menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertama setelah lahir

Inisiasi Menyusu Dini yang Kurang Tepat
Saat ini, umumnya praktek inisiasi menyusu dini sebagai berikut :
1. Begitu lahir, bayi diletakkan diperut ibu yang sudah dialasi kain kering.
2. Bayi segera dikeringkan dengan kain kering. Tali pusat dipotong, lalu diikat.
3. Karena takut kedinginan, bayi dibungkus (dibedong) dengan selimut bayi.
4. Dalam keadaan dibedong, bayi diletakkan didada ibu ( tidak terjadi kontak dengan kulit ibu). Bayi dibiarkan didada ibu(‘bonding’) untuk beberapa lama (10-15 menit) atau sampai tenaga kesehatan selesai menjahit perineum.
5. Selanjutnya, diangkat dan disusukan pada ibu dengan cara memasukkan putting susu ibu kemulut bayi.
6. Setelah itu, bayi dibawa kekamar transisi atau kamar pemulihan (recovery room) untuk ditimbang, diukur, dicap, diazankan oleh ayah, diberi suntikan Vitamin K, dan kadang diberi tetes mata.

Langkah-langkah melakukan Inisiasi Menyusu Dini secara Umum
Berikut ini langkah-langkah melakukan inisiasi menyusu dini yang dianjurkan :
1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat persalinan
2. Begitu lahir, bayi diletakkan diperut ibu yang sudah dialasi kain kering.
3. Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya.
4. Tali pusat dipotong, lalu diikat
5. Vernix (zat lemak putih) yang melekat ditubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.
6. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan didada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dengan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.
7. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksa bayi keputing susu.

Berikut ini lima tahap perilaku bayi tersebut :
1. Dalam 30 menit pertama : stadium istirahat/diam dalam keadaan siaga (rest/quite alery stage). Bayi diam tidak bergerak. Sesekali matanya terbuka lebar melihat ibunya. Masa tenang yang istimewa ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke keadaan luar kandungan. Bonding (hubungan kasih sayang) ini merupakan dasar pertumbuhan bayi dalam suasana aman. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri ibu terhadap kemampuan menyusui dan mendidik bayinya. Kepercayaan diri ayah pun menjadi bagian keberhasilan menyusui dan mendidik anak bersama-sama ibu. Langkah awal keluarga sakinah.

2. Antara 30-40 menit : Mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan merasakan cairan ketuban yang ada di tangannya. Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Bau dan rasa ini akan membimbing bayi untuk menemukan payudara dan puting susu ibu.

3. Mengeluarkan air liur : Saat menyadari bahwa ada makanan disekitarnya, bayi mulai mengeluarkan air liurnya

4. Bayi mulai bergerak kearah payudara. Areola (kalang payudara) sebagai sasaran, dengan kaki menekan perut ibu. Ia menjilat-jilat kulit ibu, menghentak-hentakkan kepala ke dada ibu, menoleh kekanan dan kekiri, serta menyentuh dan meremas daerah puting susu dan sekitarnya dengan tangannya yang mungil.

5. Menemukan, menjilat, mengulum putting, membuka mulut lebar, dan melekat dengan baik.
a. Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau prilaku bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum menemukan putting payudara ibunya dalam satu jam pertama, biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil menyusu pertama.
b. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi Caesar.
c. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur dan di cap setelah satu jam atau menyusu awal selesai. Prosedur yang invasive, misalkan suntikan vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda
d. Rawat gabung-ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar. Selama 24 jam ibu-bayi tetap tidak dipisahkan dan bayi selalu dalam jangkauan ibu. Pemberian minuman pre-laktal (cairan yang diberikan sebelum ASI ‘keluar’) dihindarkan.

Langkah-langkah melakukan Inisiasi Menyusu dini pada Operasi Caesar..
Usaha bayi merangkak mencari payudara secara standar pasti tidak dapat dilakukan pada persalinan operasi caesar. Namun, jika diberikan anastesi spinal atau epidural, ibu dalam keadaan sadar sehingga dapat segera memberi respons pada bayi. Bayi dapat segera diposisikan sehingga kontak kulit ibu dan bayi dapat terjadi. Usahakan menyusu pertama dilakukan dikamar operasi. Jika keadaan ibu atau bayi belum memungkinkan, bayi diberikan pada ibu pada kesempatan yang tercepat.

Jika dilakukan anastesi umum, kontak dapat terjadi diruang pulih saat ibu sudah dapat merespon walaupun masih mengantuk atau dalam pengaruh obat bius. Sementara menunggu ibu sadar, ayah dapat menggantikan ibuuntuk memberikan kontak kulit dengan kulit sehingga bayi tetap hangat.

Untuk mendukung terjadinya Inisiasi Menyusu dini pada persalinan Caesar, berikut ini tatalaksananya :
1. Tenaga dan pelayanan kesehatan yang supportif
2. Jika mungkin, diusahakan suhu ruangan 200-250 C. Disediakan selimut untuk menutupi punggung bayi dan badan ibu. Disiapkan juga topi bayi untuk mengurangi hilangnya panas dari kepala bayi.
3. Tatalaksana selanjutnya sama dengan tatalaksana pada Inisiasi Menyusu dini secara Umum.
4. Jika Inisiasi Menyusu Dini belum terjadi di kamar bersalin, kamar operasi, atau bayi harus dipindah sebelum satu jam maka bayi tetap diletakkan didada ibu ketika dipindahkan kekamar perawatan atau pemulihan. Menyusu Dini dilanjutkan di kamar perawatan ibu atau kamar pulih.

Apa Penghambat Inisiasi Menyusu Dini...
Berikut ini beberapa pendapat yang menghambat terjadinya kontak dini kulit ibu dengan kulit bayi :
Bayi Kedinginan – tidak benar
Bayi berada dalam dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan sang ibu. Menakjubkan! Suhu payudara ibu meningkat 0,5 derajat dalam dua menit jika bayi diletakkan didada ibu. Menurut penelitian Dr.Niels Bergman dari Afrika Selatan, kulit dada ibu yang melahirkan satu derajat lebih panas dari ibu yang tidak melahirkan. Jika bayinya kedinginan, suhu kulit ibu otomatis naik dua derajat untuk menghangatkan bayi. Jika bayi kepanasan, suhu kulit ibu otomatis turun satu derajat untuk mendinginkan bayinya. Kulit ibu bersifat termolegurator atau thermal synchrony bagi suhu bayi.

Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya – tidak benar
Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat bayi menyusu dini membantu menenagkan ibu.

Tenaga Kesehatan Kurang Tersedia – tidak masalah
Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan tugasnya. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu. Libatkan ayah atau keluarga terdekat untuk menjaga bayi sambil member dukungan pada ibu.

Kamar Bersalin atau kamar operasi sibuk – tidak masalah
Dengan bayi di dada ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan usahanya mencapai payudara dan menyusu dini.

Ibu Harus dijahit – tidak masalah
Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara. Yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu.

Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur – tidak benar
Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan bayi. Selain itu, vernix meresap, melunakkan, dan melindungi kulit bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai menyusu awal selesai.

Bayi Kurang siaga – tidak benar
Justru pada 1-2 jam pewrtama kelahirannya, bayi sangant siaga (alert). Setelah itu, bayi tidur dalam jangka waktu yang lama. Jika bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk bonding.

Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga diperlukan cairan lain (cairan pre-laktal) – tidak benar
Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai pada saat itu.

Kolostrum tidak baik, bahkan berbahaya untuk bayi – tidak benar
Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain sebagai imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan mematangkan dinding usus yang masih muda.

Sumber :
1. Roesli U, Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Ekslusif, cetakan ke-1, Pustaka Bunda, Jakarta. 2008:3-31.
2. Suradi R, Tobing P, Manajemen Laktasi, cetakan ke-2, Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia, Jakarta. 2004: 1-5.
3. Buku panduan Peserta,pelatihan asuhan persalinan Normal Bahan tambahan Inisiasi menyusu Dini, JNPK-KR/POGI dan IDAI dengan dukungan dari USAID. 2007.
4. Nakao Y, Moji K, Honda S, Oishi K. Diunduh 3 Maret 2009. Initiation of Breasfeeding within 120 minutes after birt is associated with breasfeeding at four month among Japanese women : A Self-administratered questionnaire survey. 2008. Tersedia dalam : http://www.internationalbreasfeedingjournal.com/content/3/1/1.
5. Khanna K, timely Initiation of Breasfeeding within 1 st hour of birth giving the best chance of life and health. International Baby Food Action Network (IBFAN)-Asia.2007:2-5.

Read More..
Photobucket

Time

Date

Powered by Blogger.

About Me

My photo
berbagai hal yang indah untuk bayi adalah hal yang indah buat kita sebagai orang tua...masa kecil adalah masa yang tak akan terlupa oleh mereka tatkala mereka dewasa... Fast sharing n question to my Phone: 083191068057 (silvi)

Followers

Ahlan Wa Sahlan yaa Shohibii


ShoutMix chat widget

who's?

Jazakumullah

free counters
Bidanku.com
Hadirkan Nuansa Kualitas di Keluarga Anda
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates